SABANG - Hari Raya Idul Fitri 1433 Hijriyah ikut mendatangkan berkah bagi warga non muslim di Aceh, seperti yang dialami oleh etnis Tionghoa (China) di Sabang, Jumat 17 Agustus 2012.
Salah satu berkahnya adalah melonjaknya permintaan sewa kamar penginapan yang sudah dirintis mereka secara turun temurun di kota tersebut. Menurut penelusuran The Atjeh Post di Pulau Weh tersebut, ada enam penginapan yang dikelola dengan baik oleh warga keturunan ini.
Beberapa penginapan tersebut, diantaranya adalah penginapan Golden dan Pulau Jaya milik A Pilek, penginapan Kartika yang terletak di jalan Perdagangan dan penginapan Nagoya Ink serta Montana milik Aguan di jalan Suropati serta Resort Anoi Itam milik Thomas di Gampong Anoi Itam Kecamatan Suka Jaya Sabang.
Menurut keterangan salah seorang pengusaha penginapan, Thomas (50) mengatakan seluruh kamar di Resort Anoi Itam miliknya sudah dipesan sejak sepekan terakhir oleh para pengunjung dari Medan, Sumatera Utara.
"Rata-rata mereka dari Medan, kamar yang dipesan pun untuk kelas VIP. Untuk kamar lainnya, banyak pendatang lokal beserta keluarganya yang juga sudah memesan," kata dia.
Hal senada juga disampai A Pilek, pemilik penginapan Pulau Jaya di Jalan Perdagangan Kota Sabang. Menurut Apilek, penginapan yang berada tepat dipinggir jalan protokol tersebut hampir seluruhnya penuh sejak satu pekan terakhir yang rata-rata pengunjungnya adalah pendatang dari luar Aceh.
"Hanya sebagian dari Banda Aceh, tapi mayoritas banyak dari Sumut dan daerah sekitarnya. Biasanya mereka berlibur hingga tiga hari di Sabang," ujar Pilek yang juga merupakan putra kelahiran Sabang.
Mengenai omzet, A Pilek mengatakan, semuanya sangat tergantung pada jenis penginapan yang ditawarkan. Kata dia, kelas dan lokasi merupakan faktor penentu banyak atau tidaknya pengunjung ke penginapan mereka. Namun, kata Pilek, untuk liburan seperti Idul Fitri tahun ini bisa dipastikan omzet mereka naik hingga 150 persen dari rata-rata pendapatan biasanya.
"Kalau penuh semua ya berarti ada kenaikanya, biasanya paling banyak 5 kamar yang terisi itupun dari intansi pemerintah seperti kunjungan dinas biasa. Tapi kalau liburan banyak pendatang yang sengaja akan berlibur di Sabang," ujar dia.
Selain penginapan yang di kelola oleh etnis Tionghoa ini, penginapan yang dikelola warga Sabang lainya juga mengalami kebanjiran order. Hal ini seperti yang dialami oleh Wisma Dirgantara, Sabang Hill, Wisma Zahira, Sabang Guess House, Resort Gapang, Hotel D'Pade Balik Gunung, Resort Sumur Lhe, Casanemo dan penginapan The Poin.
Selain itu, banyak lagi bungalow dan home stay yang dikelola masyarakat lokal di sejumlah titik objek wisata seperti Iboeh dan Gapang yang kebanjiran rezeki pada Idul Fitri nanti.[]
