MEULABOH - Dalam Rangka melestarikan budaya Aceh, terutama budaya yang berasal dari pantai Barat Aceh, Radio Republik Indonesia ( RRI ) Meulaboh, gelar kegiatan seni dan budaya Aceh, Sabtu malam 24 November 2012. Kegiatan berlangsung di halaman stasiun RRI Meulaboh.
Beragam seni ditampilkan, seperti tari rapa’i saman, rapa’i geleng, ratep meusekat, rapa’i debus, seudati, dan tari kreasi Aceh bertema “mumang” dan “Hom”, tari pho, pementasan komedi Aceh dan hikayat Aceh.
Kepala RRI LPP Meulaboh, Ahmad Bahari, kepada wartawan mengatakan, kegiatan tersebut merupakan salah satu program RRI, sesuai dengan Visi dan Misi RRI, dimana salah satu tugas dari RRI merupakan mengembangkan dan menjadikan seni dan budaya bangsa sebagai perekat kehidupan berbangsa.
“Kalau kita di Aceh adalah tari- tari serta kebudayaan lain yang khas Aceh,” kata dia.
Kegiatan ini rutin diadakan setiap tahun dan ini sudah yang kedua kalinya. Ahmad menilai, beberapa tahun terakhir, seni budaya Aceh khususnya di Aceh Barat tak lagi menggema. Pertunjukan pentas kebudayaan terutama tari- tarian Aceh sepertinya semakin tidak diminati.
Ahmad menambahkan jika ini dibiarkan maka dikhawatirkan ke depan warisan nenek monyang masyarakat Aceh bisa punah. Apalagi tingkat pergeseran budaya di Aceh sangat tinggi.
Beranjak dari kondisi itulah, RRI berinisiatif untuk terus mengembangkannya budaya Aceh. Namun tanpa dukungan dari semuah pihak terutama pihak- pihak terkait yang ada, seperti Lembaga Adat, Pemerintahan dan Dewan Kesenian Aceh Barat, maka tidak akan berhasil.
“ RRI juga akan terus melakukan pendekatan dengan pihak- pihak terkait untuk melestarikan kebudayaan tersebut” kata dia.[]
