Edition: atjehpost

  • Atjehpost.com
  • Pemerintah ACEH
  • DPR ACEH
  • BANDA ACEH
  • Foto Atjehpost
  • Video Atjehpost
  • RSS
Mobile

Tentang Kami

  • Tentang Kami

Hubungi Kami

  • Iklan
  • Redaksi
  • Umum
  • Karir
atjehpost.com
  • News
  • Sport
  • Kultur
  • Meukat
  • Gaminong
  • Kesehatan
  • Diwana
  • Tekno
  • Multimedia
  • Oto
  • Saleum
  • Sosok
  • Koreksi
  • Surat
  • News
  • Nanggroe
  • Gampong
  • indonesia
  • global
  • media
  • pendidikan
  • sikula
  • kampus
  • sejarah
  • film
  • musik
  • bola

Kapolda: Hutan Aceh Wajib Dijaga Semua Pihak

Kerusakan dan maraknya perubahan fungsi hutan Aceh menjadi lahan perkebunan membuat gusar Kapolda Aceh, Irjen Pol Herman Effendi.


    • RILIS
    • Jumat, 30 November 2012 22:00:00 WIB

BANDA ACEH - Kerusakan dan maraknya perubahan fungsi hutan Aceh menjadi lahan perkebunan membuat gusar Kapolda Aceh, Irjen Pol Herman Effendi. "Apabila hutan rusak, banyak dampak buruk yang akan timbul. Bukan hanya bagi satwa yang di hutan, tapi juga terkait dengan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) secara umum," katanya saat membuka pelatihan peningkatan kapasitas Community Ranger, Kamis kemarin, 29 November 2012, di Banda Aceh.

"Aceh memiliki hutan yang masih cukup luas. Tetapi banyak bentuk kejahatan yang membuat hutan perlahan rusak," tambahnya. Padahal, kata Herman, hutan amat penting, mengingat hutan Aceh yang merupakan salah satu paru-paru dunia, menyimpan oksigen yang merupakan kebutuhan manusia. "Jadi wajib dijaga dan dilindungi oleh semua pihak."

Karenanya, Kapolda Aceh memberi apresiasi atas kinerja Community Ranger dalam menjaga keasrian lingkungan di Aceh. "Ranger sangat berperan aktif menjaga kamtibmas karena komitmen dan peduli terhadap keasrian hutan dan habitat satwa di Aceh," katanya.

Kapolda menyebutkan, Ranger perlu dibekali keterampilan melakukan pengumpulan bahan keterangan, pembinaan masyarakat desa yang tinggal di sekitaran hutan, serta undang-undang perlindungan satwa berikut jenis dan kelompok satwa yang dilindungi.

"Keterampilan itu perlu. Pun bila menemukan kasus tindak pidana atas hutan dan satwa mereka tahu harus menghubungi instansi apa," jelas Kapolda.

Menurut Kapolda, dengan pelatihan ini pihak Ranger bisa meningkatkan kerjasama dengan banyak pihak seperti Polri, Dinas Kehutanan, BKSDA, Pamhut,serta masyarakat yang tinggal di kawasan hutan. Karena jejaring kerjasama ini penting sehingga penjagaan terhadap hutan semakin maksimal dan efektif.

Sementara itu, Mahdi Ismail, koordinator community Ranger Ulu Masen mengatakan kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas CRP (community Ranger Programme) yang dilaksanakan ini sangat baik untuk memahami batas-batas kewenangan Comunity Ranger dalam melakukan kegiatan pelestarian hutan di wilayah Ulu Masen, dan juga sebagai bentuk sosialisasi kepada pihak penegak hukum (kepolisian) bahwa organisasi community ranger yang berbasis konservasi merupakan organisasi yang normal dimasyarakat (tidak liar) dan juga bukan organisasi politik.

Ranger, merupakan organisasi yang dibentuk Fauna & Flora International (FFI) Aceh Programme, untuk menjaga dan melindungi hutan Aceh, khususnya Hutan Ulu Masen berbasis livelihood. Setiap bulannya, para ranger selalu berpatroli monitoring hutan, penanggulangan konflik satwa, penanggulangan bencana alam, survey biodiversity dan memberi penyuluhan lingkungan (community outreach) di wilayah kerja masing-masing untuk kepentingan penelitian jangka panjang tentang kondisi/perkembangan hutan dan biodiversitynya.

Sebagai salah satu fasilitator lingkungan masyarakat sekitar hutan ulu masen, sampai saat ini, Comunity Ranger sudah terbentuk di enam kabupaten. Di Aceh Besar 3 kelompok, Aceh Barat 4 kelompok, Pidie Jaya 3 kelompok, Bireuen 1 kelompok, Aceh Jaya 3 kelompok, Pidie 4 kelompok dengan total lebih kurang 352 personil. []


  • Mobil Dijual | Dealer Toyota Aceh

  • Software Spektakuler

  • MOBIL DIJUAL | Dealer Toyota Aceh

  • Bubble & Me | Spa bayi dan anak

  • dr. Zoel Cellular | Pusat Accessories & HP Baru

  • Khansa Gallery | Menjual Aneka Pakaian

  • TB MARA

  • Bunda Ni, Usaha Pelaminan Aceh

  • Ikutilah..! Darul Arqam Dasar.

  • Opanindo Butiq & Galeri

  • Informasi pemasangan iklan : Hubungi Rinza / Nova di : 0651 805 4119 / 0811 680 1983








    • Baca Juga :

    • [FOTO]: Pesona Air Terjun Seuhom
    • Air Terjun Seuhom, Lukisan Alam Terindah di Balik Hutan Lhoong
    • Fotografi Alam Liar: Tiga Fotografer Ternama Akan Hadir ke Banda Aceh
    • Ulu Masen, Nuansa Surgawi Pengunungan yang Menggoda
    • Gallery

    • Kapolda dilantik jadi ketua PBVSI Aceh

    The Headline

    • aceh

      Samsung bikin ponsel dengan pemindai sidik jari?

      Samsung dirumorkan tengah menggarap ponsel pintar dengan pemindai sidik jari.
    • AP Media | Jalan Jendral Sudirman VIII No. 2, Geuceu Iniem, Banda Raya, Banda Aceh, Telp: 0651 805 4119, Fax: 0651 805 1222. Jakarta: Jalan RP Suroso No. 14, Cikini, Jakarta Pusat, Telp: 021 319 24716, email: theatjehpost[at]gmail.com