ulama-superstar-saudi
  • Page Views 132

Inilah Ulama Saudi Superstar di Medsos

Untuk bangsa yang rajanya menyebut dirinya ‘Penjaga Dua Masjid Suci’ tidak mengherankan jika ‘superstar’ media sosial Arab Saudi adalah ulama atau pendakwah.

Tentu, ketenaran tidak datang tanpa kontroversi. Jadi siapakah ulama tersohor yang pengikutnya di Twitter bisa dibandingkan dengan para bintang pop ataupun pemimpin dunia, dan apa yang mereka bagikan secara online?

Mohammad Al-Arifi

ulama-superstar-saudi-al-arifi
Dijuluki ‘Brad Pitt’ para ulama, Mohamed Al-Arifi adalah tokoh agama di Saudi dan dunia Muslim yang dikenal karismatik. Namun berbeda dengan Brad Pitt betulan, pandangan-pandangan Al-Arifi dinilai puritan.

Beberapa yang paling kontroversial terkait dengan perempuan.

Pada tahun 2007, dalam sebuah acara TV, Arifi menyebut bahwa suami boleh ‘memukuli dengan pelan’ istrinya jika dia tidak mematuhinya. Dan dalam serangkaian twit pada 2012, Arifi menentang gagasan untuk membolehkan perempuan bekerja di luar rumah.

Arifi dikatakan memiliki hubungan yang baik dengan pemerintah Saudi dan keluarga penguasa, namun ia tersandung juga.

Pada tahun 2014, Al-Arifi ditangkap setelah ia mengecam jaringan kereta yang menghubungkan tempat-tempat suci di kota Mekah, yang disebutnya ‘yang terburuk di dunia’.

Arifi juga berpandangan keras untuk beberapa hal lain. Ia dituding memicu ketegangan sektarian dengan mengatakan bahwa umat Syiah adalah ‘kaum tidak beriman dan harus dibunuh’.

Ia dilarang masuk Inggris setelah terungkap bahwa ia pernah berkhotbah di sebuah masjid di Cardiff, yang antara lain dihadiri oleh tiga anak muda yang kemudian melakukan perjalanan ke Suriah untuk bergabung dengan kelompok yang menamakan Negara Islam (ISIS).

Arifi membantah telah turut meradikalisasi ketiga anak muda itu dan menyebut bahwa ia menentang keras ‘metode brutal’ ISIS.


Ahmed Al-Sughairi

ulama-saudi-al-shugari

Jika ada khotib ‘keren,’ mestinya itu Ahmed Al-Shugairi.

Dia termasyhur setelah meluncurkan program TV sendiri lebih dari satu dasawarsa lalu. Ia bepergian dengan jet dari satu negara dua lain, dan berkhotbah dengan mengenakan jins dan kaos.

Pandangan dan gayanya menarik perhatian jutaan anak muda, yang merasa dekat dengan pendekatan modernnya.

Dan ketika anak-anak muda menggandrungi media sosial, Shugairi adalah salah satu dari yang pertama memanfaatkannya, membuatnya sangat berpengaruh di dunia digital.

Meskipun ia enggan disebut sebagai ulama, Shugairi dipandang sebagai suara moderat yang sangat berpengaruh di antara para khotib.

Masalahnya, sebagian kaum liberal khawatir Shugairi merupakan kekuatan berpengaruh untuk mengislamisasi pikiran sekuler di dunia Arab. Sebaliknya bagi kaum garis keras, Shugairi adalah seorang yang mengkhotbahkan ‘Islam yang terlalu enteng’.

Namun jika sampai pada ekstremisme, pesan Shugairi jelas: Islam bukanlah agama kekerasan.

Salman Al-Odah

ulama-saudi-al-odah

Salman Al-Odah adalah ulama terkemuka Saudi yang dulu dikenal karena pandangan ekstrem dan penentangannya yang kuat terhadap pemerintah. Tapi setelah menghabiskan hukuman penjara lima tahun pada tahun 1994, ia benar-benar berubah.

Pada tahun 2012, Odah menimbulkan kontroversi online setelah ketahuan naik motor selama haji di Mekah untuk menghindari kemacetan.

Sebagai pengguna media sosial, Odah tak segan mengekspresikan pandangannya dan berinteraksi dengan jutaan pengikutnya.

Dalam jawaban di Snapchat terhadap salah satu pengikutnya, Odah menegaskan bahwa kaum pria mestinya menikah hanya satu perempuan saja. Ini jelas tak disukai, di negara yang poligami merupakan hal yang umum.

Odah juga tak mendukung kekerasan dan ekstremisme. Dalam twit dan video, ia berbicara tentang ‘kasih’ dan ‘rahmat’ sebagai lawan dari kekerasan.

Pada ulang tahun keenam serangan 11 September 2001 di AS, ia menyampaikan pidato di yang mempertanyakan pemimpin al-Qaida Osama bin Laden, “Apakah Anda akan berbahagia menjumpai Allah yang Mahakuasa dengan punggung memikul beban ratusan ribu atau jutaan korban Anda?”

Nawal Al-Eid
ulama-saudi-nawal
Nawal Al-Eid adalah salah satu pendakwah perempuan terkenal di Arab Saudi.

Dia terpilih sebagai perempuan Saudi paling berpengaruh di Twitter oleh sebuah majalah perempuan pan-Arab. Yang unik, Al-Eid tidak pernah memposting foto dirinya.

Ia mengajar di sebuah universitas perempuan di Riyadh, namun dikenal sesudah membawakan sebuah acara radio populer tentang hak-hak perempuan.

Hak-hak perempuan? Dalam sebuah artikel yang ia tulis pada tahun 2013 dia menentang berlakunya undang-undang antipelecehan terhadap perempuan di Arab Saudi.

Dalam rancangan UU itu, pelanggar diancam satu tahun penjara dan denda sampai 100.000 riyal Saudi (sekitar Rp350 juta).

Pelecehan verbal dan fisik merupakan masalah yang sering dikeluhkan perempuan di Arab Saudi dan makin banyak dimunculkan di media sosial.

Tapi Al-Eid menganggap hukum tersebut tidak mengatasi akar masalah. Sebaliknya, ia berpendapat berpakaian ‘sopan’ dan mengurangi kesempatan berbaur antara lelaki dan perempuan akan mencegah lelaki melakukan pelecehan.

Dia juga mengecam kecenderungan mengambil ‘nilai-nilai Barat.’ Dia percaya, mematuhi ajaran-ajaran Islam akan membuat perempuan mendapat hak-hak ‘yang memadai’.

Dalam satu artikel yang ditulisnya, “Dusta Terbesar,’ Al-Eid mengungkapkan penentangannya pada kesetaraan lelaki-perempuan.

“Akankah tubuh perempuan yang begitu lemah itu mampu menandingi tubuh laki-laki yang begitu kuat?” tulisnya.[] Sumber: BBC Indonesia

 

Comments

comments

Share This Article

  • Facebook
  • Google+
  • Twitter

Kiat Memotret Gerhana Matahari yang Menarik dari NationalGeographic

Next Story »

Anda Kini Bisa Mengirim Dokumen via WhatsApp

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ads

Warnet

hub kami

Nature