Dengan sistem keamanan yang canggih dan reputasi yang terpercaya, idn poker terus menjadi pilihan favorit di kalangan penggemar poker online. Pemain dapat menikmati permainan kartu favorit mereka dengan rasa aman terhadap akun dan transaksi yang digunakan. Seiring berkembangnya dunia permainan digital, poker online tetap menjadi salah satu format permainan kartu yang paling banyak diminati, baik oleh pemain pemula maupun yang sudah berpengalaman.

Baik untuk menemukan platform baru maupun mengikuti perkembangan dunia permainan online, slot qris telah menjadi pilihan populer bagi pemain yang menginginkan metode pembayaran berbasis QR yang cepat dan aman dalam hiburan slot online. Sumber informasi slot gacor yang terpercaya dapat membantu pengguna menemukan permainan populer serta memahami perkembangan terbaru dalam industri permainan online.

Baik untuk memeriksa pembaruan harian maupun mengikuti permainan berbasis angka, pengeluaran macau sering dicari oleh pengguna yang ingin mendapatkan informasi hasil undian terbaru. Banyak pengguna juga mencari link NirwanaPoker resmi untuk mengakses platform dengan cepat dan menikmati pengalaman bermain online yang lancar dari berbagai perangkat.


deklarasi-belanda-perang-aceh
  • Page Views 1203

Begini Isi Pernyataan Perang Belanda untuk Aceh

Pada 26 Maret 1873, Belanda menyatakan ultimatum perang terhadap Kerajaan Aceh dari atas geladak kapal uap Citadel van Antwerpen yang berlabuh di perairan Aceh Besar.  Seperti apa bunyinya?

Sebuah  koran berbahasa Inggris, Javasche Courant, mempublikasikan sebagian isi ultimatum perang itu pada tanggal 3 April 1873.

Begini bunyinya:
Menimbang:

dsb.dsb.:

Berdasarkan kekuasaan dan wewenang yang diberikan kepadanya oleh Pemerintah

Hindia Belanda, maka dengan ini, atas nama Pemerintah tersebut:
MENYATAKAN PERANG

 

Kepada
Sultan Aceh


Dan pernyataan ini lebih lanjut memberitahukan pula kepada setiap orang yang bersangkutan serta memperingatkan kepada setiap orang akan segala akibat yang mungkin ditimbulkan olehnya serta kewajiban-kewajiban yang dibebankan kepada setiap warga negara di dalam masa peperangan.

Termaktub di kapal uap Sri Baginda Raja “Citadel van Antwerpen” yang berlabuh di

Perairan Aceh Besar, pada hari ini, Rabu, tanggal 26 Maret 1873.

ttd.
NIEUWENHUYZEN

Sumber: Dikutip dari buku Perang Kolonial Belanda di Aceh, terbitan 1977. Buku ini dikerjakan oleh sebuah tim khusus. Presiden Indonesia saat itu, Soeharto, ikut memberikan kata sambutan.

Comments

comments

Share This Article

  • Facebook
  • Google+
  • Twitter

Kisah ‘Pengkhianatan Tengku Arifin’ Pemicu Belanda Perangi Aceh

Next Story »

Bikin Merinding, Pengakuan Orang Belanda tentang Pejuang Aceh

One Comment

    Leave a comment

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    ads

    Warnet

    hub kami

    Nature